Jumat, 04 November 2011

Linkin Park



Tak terasa sebelas tahun telah berlalu sejak band rap metal asal Amerika Linkin Park merilis album perdana mereka yang sukses besar di seluruh dunia: Hybrid Theory. Sempat dicap sebagai band musiman dengan jenis musik yang tak bertahan lama, band yang beranggotakan Chester Bennington (vokal), Mike Shinoda (vokal), Rob Bourdon (drum), Brad Delson (gitar), Dave Farrell (bass), dan Joe Hahn (DJ) ini membuktikan bahwa mereka masih berjaya, lewat album baru berjudul A Thousand Suns.

Saya ingat, di kunjungan kami yang pertama, kami sangat bersenang-senang di Jakarta. Konsernya berjalan dengan sangat baik. Jadi kami senang sekali bisa kembali ke Indonesia dan berbagi lagu-lagu di album A Thousand Suns dengan penggemar di Indonesia.

Sejak awal kami bermusik, salah satu tujuan kami adalah membagi musik kami kepada pendengar di luar Amerika Serikat. Kami sudah lebih dari sepuluh tahun berkeliling dunia, dan hampir di setiap negara kami merasa seperti band lokal. Sambutan penggemar kepada kami sangat hangat sampai-sampai kami merasa sebagai band lokal. Bahkan dukungan mereka lebih kuat dibanding penggemar di Amerika Serikat. Kami pun merasakan koneksi dengan kalian lebih kuat dengan yang kami rasakan dengan penggemar di kampung halaman kami sendiri.

Kami merasa ada ikatan yang kuat antara Transformers dengan musik kami. Apalagi kami semua punya mainan robot Transformers waktu kecil. Sebelum film pertama Transformers dibuat, kami sudah bertemu dengan orang-orang di balik film itu dan membicarakan kemungkinan untuk melakukan kerjasama. Kerjasama yang kami lakukan sangat kuat, bahkan bagi kami lebih terasa seperti pernikahan antara Linkin Park dengan Transformers. Berkat kerjasama ini pula kami bisa memperkenalkan musik Linkin Park kepada banyak orang yang mungkin awalnya tak mendengarkan musik kami.

Kalau bicara tentang special effect, jelas film pertama. Teknologi yang mereka gunakan sangat ground-breaking, belum pernah dilakukan oleh film-film lain sebelumnya. Mereka juga berhasil membuat robot-robotnya jadi manusiawi.

Kami tak pernah berhenti menulis lagu. Tapi saat ini fokus kami masih pada tur dan mempromosikan A Thousand Suns.


Setelah sepuluh tahun, selera musik kami berubah. Kami yakin selera musik penggemar kami pun berubah. Ada satu hal yang paling kami hindari, dan itu adalah membuat sesuatu yang sudah pernah kami buat sebelumnya. Jadi kami memilih untuk berkembang dan berubah. Musik bukan sesuatu yang statis. Ia selalu berkembang dan berubah. Linkin Park ingin selalu memunculkan ide-ide baru dan berubah agar kami tak memproduksi sesuatu yang sudah ada.

Kami selalu memperlakukan band kami sebagai band baru. Kami tidak menganggap bahwa mentang-mentang album perdana Linkin Park disukai banyak orang, penggemar akan tetap setia dan menyukai album-album berikutnya. Tidak seperti itu. Kami selalu mencari pendekatan yang baru, yang cutting edge, agar musik kami selalu bisa diterima. Kami juga selalu melibatkan emosi dalam lagu-lagu kami, sehingga kami mengerjakan materi album-album kami dengan sepenuh hati.

Secara pribadi saya suka Breaking The Habit, video klip kami yang formatnya anime. Itu adalah hasil kerjasama Joe Hahn dengan seorang animator terkenal asal Jepang. Video klip Faint juga bagus, banyak yang bilang bahwa video itu sangat ikonik. Sedangkan video klip yang paling berhasil menggambarkan emosi lagu adalah Irridescent, lagu kami yang jadi soundtrack Transformers 3.

Sejujurnya kami tidak tahu siapa yang akan menerima donasi tersebut, tapi kami memang selalu menyisihkan hasil penjualan tiket, minimal satu dollar dari setiap tiket, untuk disumbangkan lewat yayasan Music For Relief. Ini adalah yayasan yang menyalurkan donasi kepada para korban bencana alam di seluruh dunia. Mereka yang nantinya memilih akan memberi ke mana. Kami tidak punya info lebih banyak tentang detail donasi ini, yang jelas di semua konser Linkin Park, kami selalu memberikan sebagian hasil penjualannya kepada Music For Relief untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Sumber Yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar